Minggu, 17 April 2011

Golden Tissue

Golden Tissue

tissueGolden Tissue merupakan produk tisu kesehatan yang wajib digunakan oleh para wanita sebagai pencegah kanker serviks, pengencang, dan pembersih yang menjadikan organ intim anda lebih kencang, lebih kesat, lebih bersih, dan segar sepanjang hari.

Dengan formula bebas alkohol, pH balance, dan ekstrak bahan-bahan alami : buah Majakani, Aloe Vera, Daun Sirih, dan Vitamin E.

Banyak dari kaum wanita di jaman sekarang yang mengalami STRESS... hal ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Karena tanpa disadari dapat menyebabkan keputihan serta lendir yang berlebihan dan berbau. Jika hal ini dibiarkan berkepanjangan maka akan mengganggu keharmonisan dalam berhubungan dengan pasangan, bahkan bisa memicu terjadinya kanker serviks (kanker mulut rahim).

“Kanker serviks sebagai penyakit pembunuh wanita no. 1 di dunia (data WHO). Indonesia adalah negara dengan insiden kanker serviks TERTINGGI di dunia! Setiap hari kanker serviks merengut nyawa 600 wanita di dunia dan 20 wanita Indonesia (data Yayasan Kanker Indonesia) atau hampir 1 nyawa/jam.”


Setiap HARI... ada 600 wanita MENINGGAL karena kanker serviks!

Mohon renungkan sejenak... itu bisa terjadi terhadap siapa saja... istri anda, ibu, saudara, family, teman, atau siapapun orang-orang terdekat anda!

Peluang meninggal seorang penderita kanker serviks adalah 63%! Bicara kanker serviks mari kita bicara pencegahan! Maaf sudah agak terlambat jika kita bicara penyembuhan.

Golden Tissue sebagai “tisu antiseptik” alami adalah salah satu cara yang sangat efektif mencegah masuknya virus, jamur, dan bakteri ke dalam organ intim anda.

Komposisi Golden Tissue :

a). Buah Majakani

Buah Majakani berkhasiat untuk mengetatkan otot-otot bagian dalam organ intim wanita, memulihkan sel-sel kulit pasca bersalin, mengatasi keputihan, menghindari jamur yang menyebabkan bau tak sedap, dan gatal-gatal di bagian dalam organ intim.

Selama berabad-abad, tanaman yang memiliki nama lain “Mecca Majakani” ini telah digunakan sebagai obat tradisional oleh orang Arab, Iran, Cina, India, dan Melayu. Walaupun banyak tumbuh di Indonesia, tumbuhan Majakani belum banyak dikenal oleh masyarakatnya sendiri.

Seorang pakar obat atau jamu tradisional, Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma mengungkapkan bahwa seperti halnya daun sirih, Majakani juga dapat membersihkan jamur dan bakteri di area vagina. “Majakani sebenarnya lebih bagus karena bisa mengatasi juga cairan berlebih di vagina.” katanya.

Majakani kaya akan Tannin (yang berfungsi untuk mengencangkan dan merapatkan otot vagina), Vitamin A dan C, Kalsium, Protein, serta elemen-elemen “astringent” yang membunuh bakteri penyebab keputihan.

Pada zaman dahulu, nenek moyang kita menggunakan Majakani dengan cara menghaluskannya terlebih dahulu sebelum dioleskan di organ kewanitaan.
Ada pula yang meminum jamu Majakani untuk meningkatkan elastisitas otot area “V”.

“Majakani tidak bisa dipakai begitu saja, harus diformulasikan dulu, dicampur dengan herbal lain sesuai dengan tujuan pengobatannya”, tutur Hembing.
Selain untuk organ intim, tumbuhan Majakani juga efektif untuk mengobati jerawat, peradangan, serta menjaga kebersihan mulut.

“Majakani (oak galls) adalah bahan alami luar biasa yang meningkatkan ketegangan otot vagina, memungkinkan genggaman yang lebih kuat untuk meningkatkan kenikmatan seksual bagi pasangan suami isteri.”

b). Daun Sirih (Piper Betle)

Daun Sirih memiliki daya bunuh kuman, antibakteri, dan antifungal yang telah teruji secara turun temurun. Merawat organ intim dengan ramuan bahan alami sebenarnya telah dilakukan sejak dahulu kala. Yang paling popular adalah dengan menggunakan air rebusan daun sirih untuk menghilangkan keputihan.

Secara tradisional, tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini dipakai untuk mengatasi bau badan dan bau mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita.

Hal ini dikarenakan tanaman obat yang sudah dikenal sejak tahun 600 SM ini mengandung zat antiseptik yang mampu membunuh kuman. Kandungan Fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.

Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Secara tradisional mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal.

Pada pengobatan tradisional India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks. Dengan sifat antiseptiknya, sirih sering digunakan untuk menyembuhkan luka pada kaki karena mengandung Styptic yang mampu menahan pendarahan dan Vulnerary yang menyembuhkan luka pada kulit.

Seluruh bagian tanaman sirih juga mengandung Arecoline. Zat ini bermanfaat untuk merangsang syaraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik dan meredakan dengkuran (sesuai hasil penelitian yang dikutip dari buku tanaman obat terbitan Kebun Tanaman Obat Karyasari).

Daun sirih mengandung Eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans (jamur yang menyebabkan keputihan) dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri). Ada juga kandungan Tannin pada daunnya yang bermanfaat untuk mengurangi sekresi cairan pada miss “V”, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare.

Khasiat daun sirih dalam menyembuhkan keputihan pernah diuji secara klinis. Ini diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa daun sirih memiliki khasiat yang lebih bermakna dibandingkan dengan plasebo.

Pengujian tersebut melibatkan 40 pasien penderita keputihan yang tidak sedang hamil, menderita diabetes melitus ataupun penyakit hati dan ginjal. Dua puluh di antaranya diberi daun sirih dan sisanya diberi plasebo. Baik daun sirih maupun plasebo itu diberikan pada vagina sebelum pasien tidur selama tujuh hari berturut-turut.

Dari 40 pasien tersebut, 22 orang mendapatkan pemeriksaan ulang. 11 orang diberi plasebo dan 11 orang lainnya diberi daun sirih. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa sekitar 90,9 persen pasien yang menggunakan daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan pada kelompok yang menggunakan plasebo hanya 54,5 persen saja yang dinyatakan sembuh.

Penelitian lain tentang manfaat sirih dilakukan di IPB Bogor oleh Ir. Nuri Andarwulan, Msi. dan kawan-kawan dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Penelitian tersebut memanfaatkan limbah minyak asiri daun sirih untuk memproduksi zat antioksidan.

Sejauh ini, ekstrak antioksidan yang ada di Indonesia masih mengandalkan pasokan import. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu menurunkan nilai import bahan antioksidan tersebut. Di samping itu, produk emulsi yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri kecantikan.

c). Vitamin E

Vitamin E berfungsi untuk menjaga agar kulit di sekitar organ intim tetap sehat dan terawat. Vitamin E sangat penting dalam mempertahankan kesehatan tubuh secara umum.

Vitamin E ini pada dasarnya berperan sebagai pendukung antioksidan. Antioksidan akan membantu melawan radikal bebas, sehingga kita terbebas dari penyakit. Selain itu, antioksidan juga dapat membantu memerangi kanker dan penyakit kardiovaskular yang merupakan masalah kesehatan paling utama bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Selain sebagai antiokosidan, Vitamin E juga bermanfaat sebagai:
  • Mencegah keguguran pada wanita.
  • Mencegah peroxidation pigmentasi akibat pembentukan asam lemak tak jenuh tinggi.
  • Mencegah nekrosis hepatik (kerusakan sel hati) yang disebabkan oleh kekurangan belerang yang mengandung asam amino dan selenium.
  • Mencegah kerusakan jaringan dalam kasus iskema dan cedera, mengurangi gejala kaki keram dan rheumatoid arthritis, dan memiliki efek antikoagulan (anti penggumpalan).
  • Berguna dalam membatasi kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh merokok dan kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang dipercepat dengan pecandu alkohol.
  • Mengurangi rasa panas dalam tubuh anda.
  • Melindungi tubuh dari bahaya tumor.
  • Untuk memaksimalkan fungsi otot anda.
d). Lidah Buaya atau Aloe Vera

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah banyak digunakan sejak peradaban bangsa Samaria, sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebut tanaman ini sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen) mengungkapkan bahwa dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis “Aloevera barbadensis miller”. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, dan hormon. Selain itu, juga terdapat zat-zat lain yang termasuk dalam golongan obat-obatan. Antara lain adalah antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, Dr. Freddy mengungkapkan bahwa lidah buaya tidak hanya berguna untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk mengatasi berbagai penyakit.

Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan Zinc.

“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan”, ujarnya. Antioksidan berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung dan beberapa penyakit degeneratif (penyakit yang mengiringi proses penuaan).

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat Lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit sehingga menjadikan kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Khasiat dan Manfaat Golden Tissue :

Mengandung ekstrak alami buah Majakani, Aloe Vera, Daun Sirih, serta Vitamin E yang berfungsi untuk:
  • Efektif mencegah kanker serviks (kanker mulut rahim).
  • Mengencangkan kembali otot-otot bagian dalam organ intim anda untuk menambah daya cengkeram pada saat berhubungan seksual.
  • Menghilangkan bau tidak sedap, keputihan, dan gatal-gatal yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri pada organ intim anda.
  • Merawat dan menjaga kebersihan kulit sekitar organ intim anda.
  • Menimbulkan rasa kesat di organ intim anda.
  • Menambah sensitivitas (kepekaan) pada organ intim anda.
  • Mencegah iritasi.
  • Menstabilkan pH dan mengurangi cairan berlebihan.
  • Mengencangkan otot perut dan rahim pasca melahirkan.
  • Meningkatkan kekebalan organ intim anda terhadap penyakit kewanitaan.
Cara Pemakaian Golden Tissue :

1. Untuk fungsi kebersihan waktu pemakaian di toilet :

Bersihkan organ intim anda dengan Golden Tissue dengan cara diusapkan. Gunakan dari arah atas (clitoris) ke arah bawah vagina untuk membersihkan organ intim anda dan diamkan beberapa saat. Tidak perlu dibilas kembali.

2. Untuk fungsi keharmonisan rumah tangga :

Gunakan Golden Tissue selama 30 menit - 1 jam dengan cara pakai seperti pembalut sebelum berhubungan dengan suami.

3. Untuk fungsi membersihkan dinding dalam vagina anda :

Golden Tissue bisa berfungsi untuk menyerap kotoran pada dinding dalam vagina anda. Gunakan secara rutin 2x perhari selama 3 hari berturut-turut, selanjutnya cukup 3 hari sekali.

Langkah pemakaian untuk anda yang belum menikah:
  1. Gulung Golden Tissue membentuk “lintingan”.
  2. Selipkan “lintingan” Golden Tissue (sejajar arah bibir vagina) sampai ke bibir dalam vagina anda.
  3. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, kemudian lepaskan tanpa dibilas.
Langkah pemakaian untuk anda yang sudah menikah:
  1. Masukkan Golden Tissue kedalam vagina anda (bisa dibantu dengan jari).
  2. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, kemudian lepaskan tanpa dibilas.

Pemesanan produk dapat dilakukan dengan cara bergabung dengan grup BlakBlakan.Com. Dengan demikian Anda berkesempatan mendapatkan Support System dari Rudy Setiawan yang akan bekerja secara otomatis apabila Anda berkeinginan menjalankan bisnis dengan berjualan produk dari Golden Life.!

Photobucket

0 komentar:

Poskan Komentar